Senin, 30 November 2009

pengenalan networking

Berkenalan dengan Jaringan Komputer

Jaringan komputer mulai menjadi kebutuhan dasar dalam berkomputer saat ini. Kenalilah peranti-perantinya!

jaringan komputer dan macam¬-macam perantinya bukan barang asing lagi bagi pengguna komputer, bahkan bagi kehidupan sehari-hari. Dari kantor dengan pekerja ribuan orang hingga di rumah yang memiliki komputer lebih dari satu, peranti jaringan selalu diandalkan untuk menambahkan "fasilitas" komunikasi data untuk setiap komputer.
Mengapa komputer harus dibuat sating berkomunikasi? Dan mengapa komunikasi data begitu penting saat ini? Jawabannya mungkin cukup sederhana, yaitu karena tuntutan zaman. Untuk hidup dan bertahan hidup di zaman sekarang Anda harus bergerak serba cepat.
Begitu pula dalam dunia kerja, tugas-tugas harus dapat terselesaikan dengan cepat untuk mencapai


Bagaikan fondasi rumah, konsep ketujuh layer ini harus benar-benar kuat.
kesuksesan. Bantuan sebuah komputer sudah merupakan hat mutlak. Untuk lebih efektif lagi, maka dibuatnah jaringan komputer agar pertukaran data dan informasi menjadi lebih cepat.
Tetinga Anda mungkin sudah cukup familiar mendengar kata hub atau switch. Jika memperhatikan sekeliling

ruangan yang terdapat dua atau lebih komputer, mungkin Anda akan melihat wujud peranti ini. Karena itu pada kesempatan ini, kami mengajak Anda untuk sedikit mengenal apa dan bagaimana kerja peranti-peranti jaringan yang umum digunakan saat ini.

7 OSI Layer
Jika berbicara jaringan komputer, mungkin Anda akan mendengar tujuh layer ajaib, atau 7 OSI layer ini disebut berulang-ulang dan selalu diingatkan. Harap maklum, karena teori 7 OSI layer merupakan fondasi dari ilmu komunikasi data yang mau tidak mau harus dibuat sekuat mungkin. Semua proses komunikasi data pastilah berpatokan pada konsep ini terlebih dahulu.
Masan utama dibuatnya konsep jaringan komputer menjadi tujuh lapisan adalah untuk memecah kerumitan yang terjadi dalam proses komunikasi data agar lebih mudah dipahami dan dikembangkan. Jaringan komputer memang sangat rumit karena melibatkan banyak aspek, seperti aspek fisik dan logika.
Di setiap layer dari 7 OSI layer, terdapat protokol-protokot yang mengatur aliran data mulai data fisik yang biasanya berupa sinyal listrik


Tabel 1. Garis Besar 7 Osi layer
Physical Mengubah data logika menjadi sinyal-sinyal listrik
atau bentuk lain yang lebih mudah dibawa serta
mengatur semua yang berhubungan dengan antarmuka,
kabet, dan masalah fisik lainnya. RJ-45, V.35, kabet UTP,
FDDI, dan EIA/TIA -232.
Data-link Mengurusi masalah bagaimana data berlalu-lintas metalui
suatu media transmisi beserta pengaturannya,
termasuk pengalamatan secara fisikat. Teknologi Ethernet, PPP,
Frame relay, FDDI,
Token ring, dan MAC.
Network Menangani pengalamatan secara logika dan mengatur
agar paket-paket data dapat dikirim ke alamat tersebut. IP, IPX, Apple Talk, dan ICMP.
Transport Menjamin sampainya data ke tempat yang dituju dengan akurat. TCP, UDP, SPX
Session Mengatur aliran data yang keluar-masuk agar tepat
menuju pada aplikasi yang menggunakannya. RPC, NetBios, SQL, dan NFS.
Presentation Mengubah format data yang akan keluar-masuk menjadi
bentuk yang dapat dibaca, baik oteh manusia maupun oleh komputer. JPEG, ASCII, TIFF, PICT,
GIF, MPEG, dan MIDI.
Application Bertanggung jawab menyediakan kemampuan berkomunikasi
untuk aplikasi-aplikasi yang digunakan. Web browser, HTTP,
Telnet, dan FTP.


Jika ingin berkomunikasi, kartu ini mau tidak mau harus tertancap di dalam PC Anda.

sampai data logika yang dapat diproses pada komputer. Semuanya harus sating terkait satu sama lain. Dapatkah Anda bayangkan bagaimana konsep ini tercipta? Rumit bukan?

Analogi Surat Lamaran
Jika masih membingungkan, mungkin proses komunikasi data dapat dianalogikan seperti pengiriman surat lamaran pekerjaan walaupun sebenarnya jauh lebih rumit. Diasumsikan surat Anda merupakan data yang akan dikirim pada proses komunikasi data.
Kertas surat dan tulisan yang rapi bersih merupakan contoh dari Application layer. Kemudian bahasa dan ekspresi yang digunakan pada surat agar si penerima mengerti maksud surat tersebut mirip dengan Presentation layer.
Setetah surat selesai ditulis, maka dimasukkan ke dalam amplop agar sedikit terlindung dari gangguan. Pada tepi kiri amplop tersebut, biasanya dicantumkan kode dari pekerjaan. Tujuannya agar pihak penerima dapat langsung meneruskan ke bagian yang bersangkutan, tidak nyasar ke departemen lain. Proses ini hampir mirip dengan fungsi Session layer, yang bertugas memastikan data sampai ke aplikasi yang tepat.
Setelah dibawa ke kantor pos, Anda diharuskan untuk memilih jenis pengiriman apa yang diinginkan, apakah jenis yang terpercaya dan bergaransi uang kembali jika tidak sampai di tujuan, atau yang tidak bergaransi sama sekati. Contoh ini mirip dengan fungsi dari Transport layer.

Kemudian setelah jenis pengiriman dipilih, pada amplopnya diberi nama dan alamat jelas pengirim maupun penerima agar dapat sampai di tujuan yang tepat. Alamat ini merupakan contoh dari pengalamatan pada Network layer.
Setelah diberi alamat, surat tersebut dikirim oleh kantor pos dengan menggunakan banyak cara, apakah metalui taut, udara, kereta atau dengan mobil biasa. Kecepatan dan cara membawanya pun berbeda¬beda. Media mana yang dipilih untuk membawa surat merupakan contoh dari Data-link layer.
Kemudian surat Anda bergabung dengan banyak surat lain yang jumlahnya sangat banyak. Agar setumpukan surat yang menggunung tersebut mudah dibawa dan tidak tercecer di jalan, maka pihak kantor pos memasukkannya ke dalam satu wadah yang lebih memungkinkan untuk dibawa. Jadi, pengantar pos hanya membawa wadah tersebut, tidak perlu membawa suratnya satu per satu. Mengubah bentuk surat agar dapat dibawa-bawa dengan mudah melalui media yang tersedia, mirip dengan kegunaan Physical layer.

Kartu Jaringan
Untuk membuat komputer Anda dapat berkomunikasi, sebuah kartu jaringan mutlak diperlukan
dan menjadi prioritas utama. Sebenarnya banyak sebutan untuk sebuah kartu jaringan, yaitu seperti Network Interface Card (NIC), ethernet card, LAN card, dan banyak lagi.
Kartu jaringan memiliki dua fungsi utama. Yang
pertama, tentu menyediakan antarmuka untuk menyambungkan
kabel jaringan
dengan komputer. Kartu jaringan yang

umum digunakan saat ini (di kantor¬kantor atau perumahan), antarmukanya adalah konektor dan soket RJ-45. Bentuknya mirip dengan konektor kabet telepon, hanya saja agak lebih besar karena terdiri dari detapan jalur kabel.
Fungsi kedua adalah sebagai peranti yang menyediakan pengalamatan secara fisik. Maksud pengalamatan secara fisik adalah, kartu jaringan memiliki suatu kode tertentu yang unik dan tidak ada duanya di dunia. Kode unik inilah yang dijadikan alamat fisik dari masing-masing komputer. Tujuan dari pengalamatan fisik ini adalah agar data bisa sampai tepat ke komputer yang dituju. Kode unik ini bernama alamat MAC.
Alamat MAC terdiri dari 48 bit, namun penulisan yang biasa di temukan adalah dalam format 12 digit hexadesimal. Angka-angka tersebut memiliki arti tersendiri. Enam digit hexadesimal pertama (24 bit) menunjukkan kode vendor pembuat kartu jaringan ini, sedangkan 24 bit sisanya menunjukkan alamat fisik dari kartu tersebut.

Hub/Repeater
Setetah terpasang kartu jaringan, hub merupakan peranti yang paling umum digunakan untuk menghubungkan dua komputer atau tebih. Penggunaan

yang luas ini disebabkan karena harganya yang relatif murah juga fungsi dan fiturnya yang memang sederhana.
Pada hub-hub yang standar (tidak ditambahi fitur-fitur tertentu), fungsi utamanya adalah "murni" penyambung kabel-kabel antarkomputer dan menguatkan sinyal-sinyal data yang metaluinya (repeater).
Hub tergolong peranti layer 1 dari OSI layer, karena fungsinya masih berhubungan dengan aspek fisik dari proses komunikasi data. Setiap komputer yang ditancap ke port hub sating terhubung secara fisik satu sama lain di dalam hub tersebut. Jadi, jika ada seputuh komputer yang tertancap ke hub, seakan-akan semuanya sating terhubung dalam satu media kabel dan jaditah sebuah jaringan komputer.
Jaringan yang terbentuk dengan hub, membagi satu saluran kabel untuk dilewati data dari dan ke semua komputer (shared media). Jadi jika digambarkan; Anda akan memiliki sebuah bus data yang dipakai untuk lalu-lintas data bersama-sama.
Satu media yang digunakan bersama¬sama pastilah memiliki keterbatasan. Seperti halnya gang sempit yang hanya bisa dilalui satu mobil dalam satu waktu, begitu pula dengan keterbatasan dari penggunaan hub. Karena penggunaan satu media bersama-sama, maka data yang dapat metintas di dalamnya juga hanya dari satu komputer saja dalam satu waktu.
Jika ada dua komputer yang mengirim data dalam waktu yang bersamaan, maka terjadilah tabrakan data dari kedua komputer atau Bering disebut dengan istilah collision.

Untuk menghindari tabrakan data tersebut, dibuatlah seperangkat aturan yang disebut CDMA/ CD (Carrier Sense Multiple Access/ Collition Detection).
Aturan dalam CDMA/CD ini yang akan memastikan media lalu-lintas data hanya digunakan oleh satu komputer dalam satu waktu, sedangkan komputer lainnya harus menunggu sesaat sampai media tidak digunakan oleh siapa pun. Dengan demikian, tidak akan terjadi tabrakan data dan komunikasi data berjalan lancar.
Namun, ketika jumlah komputer dalam suatu jaringan semakin membengkak, peraturan ini pun menjadi tidak efektif lagi karena waktu untuk menunggu akan menjadi semakin lama. Solusi untuk hat ini, mau tidak mau adalah dengan menggunakan peranti yang lebih canggih lagi, yaitu bridge atau switch.

Switch/Bridge
Switch—Bering disebut dengan multiport bridge, karena switch sebenarnya merupakan bridge yang terdiri dari banyak port—merupakan salah satu solusi untuk jaringan yang berskala sedang sampai besar. Secara fisik, tampilannya tidak berbeda dengan hub. Switch terdiri dari banyak port ethernet, begitu pula dengan hub. Jika tidak ada keterangan yang jelas pada fisiknya, sulit sekali membedakan kedua peranti tersebut.
Namun, dari segi kemampuan dan cara kerja kedua peranti ini sangat berbeda, meskipun fungsinya masih tetap sama, yaitu menyediakan fasilitas komunikasi
antarkomputer.

Kemampuan dari switch jauh lebih baik dibandingkan hub.
Untuk membuat satu komputer dapat berkomunikasi dengan yang lainnya, switch tidak lagi
menggunakan satu media kabel saja untuk diakses bersama-sama (shared media) seperti hub. Switch lebih pintar, yaitu dengan membentuk suatu jalur khusus secara tidak nyata (virtual circuit). Jalur tersebut menghubungkan dua komputer yang ingin berkomunikasi. Dengan demikian, proses komunikasi di switch lebih lancar daripada di dalam sebuah hub.
Kemampuan switch membentuk virtual circuit dikarenakan switch memiliki kemampuan untuk mengenal, menganalisis, dan menyimpan atamat MAC dari setiap kartu jaringan yang terhubung kepadanya.
Jika ada data yang ingin menuju ke suatu tempat melatui switch, maka switch akan melihat alamat MAC asal dan tujuannya terlebih dahulu. Kemudian, alamat tujuan akan dicocokkan dengan database atamat MAC yang disimpan oteh memori switch. Jika switch menemukan di port berapa alamat tersebut berada, data akan langsung diteruskan ke tujuannya tanpa ke mana-mana lagi.

Router
Pintu gerbang jaringan merupakan deskripsi yang cukup mengena untuk menggambarkan sebuah router. Jika


Router memiliki banyak antarmuka yang berbeda-beda. Hal inilah yang membuat router dapat berfungsi sebagai gateway untuk menghubungkan jaringan Anda dengan dunia luar.
jaringan komputer yang Anda miliki ingin berkomunikasi dengan komunitas
jaringan lain, di sinilah sebuah router diperlukan. Berawal dari router-lah Internet dapat berkembang, karena
sebenarnya Internet adalah sekumpulan komunitas jaringan
komputer yang dapat diakses dari mana saja.

Seperti halnya pintu gerbang, router memegang peranan sebagai pintu untuk jaringan komputer di belakangnya. Jika data dari luar ingin masuk ke dalam jaringan Anda, maka harus melewati router terlebih dahulu, begitu pula sebaliknya jika
ada data yang ingin keluar.
Mengapa harus melewati router? Adalah pertanyaan yang sering sekali timbul. Router menjadi berperan penting karena router memiliki kemampuan untuk diberi alamat, seperti halnya pintu gerbang. Alamat yang diberikan pada router adalah alamat yang dikenal dan dapat diakses oleh jaringan lain. Alamat tersebut bernama alamat IP.

Karena memiliki kelebihan untuk diberi alamat, maka alamat IP router-lah yang dicari lebih dahulu oleh router lain dalam pengiriman data. Setelah alamat router ditemukan, barulah data akan diteruskan ke alamat jaringan komputer yang terhubung di belakang router. Alamat yang dapat diberikan pada router dapat lebih dari satu, tergantung pada banyaknya antarmuka router dan juga kebutuhannya.


Langkah-Iangkah Membuat Jaringan Sederhana
Jika di kantor atau rumah Anda memiliki lebih dari satu komputer, sudah saatnyalah Anda memutuskan untuk membuat jaringan sederhana. Membuat jaringan sederhana tidaklah sulit. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
1. Siapkan kartu jaringan yang kompatibel untuk masing-masing komputer. Siapkan juga kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yang sudah dipasang konektor RJ-45 untuk koneksinya.
2. Pasang kartu jaringan pada setiap komputer, instalasi driver-nya dengan benar. Jangan sampai terjadi konflik pada kartu jaringan, karena jika demikian kartu jaringan tidak akan berfungsi.
3. Jika hanya dua unit komputer yang ingin disambungkan, maka tidak perlu menggunakan bantuan hub atau switch. Tancapkan saja kedua ujung kabel UTP ke masing-masing komputer. Namun, syarat untuk menggunakan koneksi jenis ini adalah susunan kabel UTP haruslah berjenis Cross.
4. Jika lebih dari dua komputer, Anda memerlukan sebuah hub atau switch bila ingin lebih baik lagi. Hubungkan komputer ke switch atau hub dengan menggunakan kabel UTP dengan susunan Straight.
5. Setelah terpasang, berilah alamat IP pada masing-masing komputer. Caranya, masuklah ke Setting' Control panel I Network. Di dalamnya Anda akan menemukan boks berisi servis-servis yang berhubungan dengan network. Pilihlah servis TCP/IP a (nama atau merk kartu jaringan Anda), kemudian klik Properties.
6. Di dalam Properties, Anda akan menemukan beberapa tab. Masuklah ke tab IP Address, setelah itu aturlah opsi yang ada di dalamnya agar menunjuk ke kalimat Specify an IP Address. Isilah boks IP address dan Subnet mask. Untuk jaringan kecil, alamat IP yang cocok untuk digunakan adalah 192.168.1.x (x berarti dapat diisi sesuai keinginan Anda) dengan subnet mask 255.255.255.0. Setelah mengklik Ok, Anda akan kembali ke menu Network.
7. Pada menu Network, masuklah ke tab Identification. Di dalam tab ini Anda perlu mengisi nama komputer dan nama Workgroup. Setelah terisi dengan benar, klik Ok dan komputer akan melakukan restart.
8. Ulangilah Iangkah-Iangkah di atas pada semua komputer. Pastikan nomor IP tidak ada yang sama antara dua komputer. Pastikan pula nama Workgroup dari semua komputer sama. Jika semua langkah telah dilakukan dengan benar dan tidak ada kekurangan pada faktor fisik, maka jaringan Anda sudah siap digunakan.

Tidak ada komentar: