Senin, 30 November 2009

Pengkabelan Networking

Membuat kabel UTP
Untuk membuat kabel UTP, yang pertama Anda butuhkan adalah; crimping - (crimping tool). Crimping tool digunakan untuk melebarkan kabel dan mama¬sangnya ke konektor. Ketika membeli Crimping tool jangan beli yang paling murah karena hanya dapat digunakan beberapa bulan. Yang tingkat menengah sediklt lebih mahal, tetapi dapat bertahan tebih lama.
Ketika membuat kabel, jangan memotong lebih dari setengah inci. Kobel juga jangan digores karena dapat menimbulkan, masalah kinerja. Kabet yang buruk seringkali menyebabkan “misteri', sehingga pastikan Anda membuat. kabel dengan benar: Perhatikan bahwa kabel Cat 5 terdiri dari empat pasang kabel, di mana. masing-masing kabel berwarna dililit dengan kabel berwarna putih dan warna yang sama dengan pasangannya Sebagai contoh; Kabel biru dililitkan dengan kabel berwama putlh dan biru (putih-biru).
Warna kabel tersebut penting ketika membuat pengabelan jaringan yang sesuai dengan standard. Standard pengkabelan dibuat. oleh EIA/TIA dan standard untuk UTP adalah 568A dan 568B. Susunan kabel UTP kedua standard dapat dilihat pada tabel, tetapi pada kenya¬taannya 568B lebih populer dari 568A Ketika melihat nomor pin, diasumsikan bahwa Anda memegang konektor dengan klip menghadap ke bawah hingga Anda dapat melihat semua warna :
Nomor Pin 568A 568B
1 Putih-Hijau Putih-Orange
2 Hijau Orange
3 Putih-Orange Putih-Hijau
4 Biru Biru
5 Putih-Biru Putih-Biru
6 Orange Hijau
7 Putih-Coklat Putih-Coklat
8 Coklat Coklat

Perhatikan pada tabel bahwa susunan kabel kedua standard, adalah sama; kecuali kabel warna Putih-Hijau dengan Putih-Orange serta warna hijau dan orange, di mana keduanya dibalik. Ingatlah, ketika membuat kabel straight, kedua ujungnya memiliki susunan yang sama ketika keduanya dlhadapkan dengan klip menghadap:ke bawah. Untuk kabel crossover, Ujung yang satu disusun sesuai standard.568A, sedangkan ujung lainnya disusun sesuai dengan standard 568B.
Perlu diketahui bahwa pada jaringan Ethernet 100 Mbps, hanya empat kabel yang sebenarnya digunakan untuk mengirim dan menerima. Pin yang digunakan adalah mereka dengan warna hijau dan orange yaitu pin 1, 2, 3,6.

TX+ 1 1 TX+
TX- 2 2 TX-
RX+ 3 3 RX+
RX- 6 6 RX-

TX+ 1 1 TX+
TX- 2 2 TX-
RX+ 3 3 RX+
RX- 6 6 RX-

Perhatikan gambar, dimana sebuah PC terhubung ke hub. Pin pada kartu jaringan dan port hub memiliki susunan yang berbeda, sehingga pin pengirim dari satu perangkat terhubung ke penerima perangkat Iainnya. Pada hub pin 1 adalah pin penerima, sedangkan pada PC, pin 1 adalah pengirim.
Jadi, kapan Anda menggunakan kabel straight dan crossover ?,Seperti yang telah dlsebutkan sebelumnya, kartu jaringan dan port hub memiliki susunan yang berbeda, jadi mereka manggunakan kabel straight. Ketika menghubungkan perangkat yang sejenis (misalnya antera PC atau antar-hub), anda perlu menggu nakan kabel Cross Over sehingga pin pengirim dari satu Perangkat terhubung ke pin penerima perangkat lainnya. Perhatikan pada gambar di mana pada koneksi antar PC keduanya memiliki port yang sama sehingga dibutuhkan kabel crossover.
Jenis Kabel yang digunakan untuk hubungan :
Hubungan Jenis Kabel
PC ke Hub Straight
PC ke Switch Straight
Router ke Switch Straight
PC ke PC Crossover
Switch ke Switch Crossover

Perlu dicatat behwa port Router juga disusun sama seperti PC, sedangkan port switch disusun sama seperti hub. Namun ada pengecualian. Beberapa hub me¬miliki port crossover, yang memunngkinkan hub ini terhubung ka hub biasa dengan menggunakan kabel straight - dalam hal ini, Crossover bersifat internal ke hub. Pada Tabel, Anda dapat melihat jenis kabel yang harus digunakan dalam berbagai hubungan.

Tidak ada komentar: